1. Lebih baik diam dan meneruskan persahabatan, daripada angkat bicara dan menyudahi hubungan.
Membangun sebuah hubungan persahabatan bukanlah perkara yang gampang
untuk dilakukan. Apalagi persahabatan yang tulus dan dari hati ke
hati. Namun tak jarang juga, kebersamaan dalam rentang waktu menumbuhkan
rasa cinta di dalam hati. Ketika rasa cinta itu telah tumbuh
sementara persahabatan terlanjur jauh, membungkam perasaan dirasa tepat
agar kebersamaan itu tidak hilang. Banyak persahabatan yang telah
terjalin lama rusak karena ungkapan cinta, rasa nyaman sebagai sahabat
akan hilang ketika kamu menolak ajakannya. Dan jika kamu menerimanya
karena sebuah keterpaksaan, ketidaknyamanan akan selalu menyertai
hubungan kalian.
Persahabatan dapat melahirkan cinta, tapi cinta belum tentu dapat memperbaiki persahabatan yang rusak karenanya.
2. Dia memang mencintaimu, tapi terlalu sopan untuk berdiri di tengah-tengah hubunganmu

Kamu masih berpacaran dengan orang lain via
imgkid.com
Alasan logis lainnya untuk memendam cinta adalah karena sang gebetan
masih berstatus sebagai pacar orang lain. Mustahil dia melakukan
tindakan bodoh dengan mengungkapkan cinta kepadamu. Selain tidak etis,
hal tersebut tentu akan merusak hubungan yang telah kamu dan dia bangun,
serta mungkin saja hubungannya dengan kekasihmu.
Mungkin kamu juga memiliki perasaan cinta yang sama. Tapi karena kamu
sudah memiliki pasangan, hal tersebut tidak kamu ungkapkan kepadanya.
Ungkapan cinta yang tidak pada tempatnya akan merusak tiga orang
sekaligus. Daripada harus mengambil risiko yang terlalu berbahaya, dia
(dan kamu juga) lebih memilih untuk menyimpan perasaan.
3. Memendam rasa bukan berarti takut atau pengecut. Kadang, ia cuma belum mampu melepaskan diri dari masa lalu.
Kenangan terasa begitu manis karena tidak dapat diulang kembali.
Kejadian menyenangkan yang persis tempat dan momennya tetap akan terasa
berbeda jika tidak dilakukan dengan orang yang sama. Begitulah gambaran
orang yang belum bisa
move on dari kekasihnya yang dulu. Dalam kondisi yang seperti ini, adalah hal yang percuma bila mengajak dirinya beranjak.
Memendam perasaan dan sabar menunggu hingga tiba waktu yang tepat
adalah hal yang tepat, karena dia sendiri belum siap. Selain itu, jika
kalian paksa memulai hubungan antar kalian berdua, siapa yang rugi nanti
ketika dia masih menyinggung-nyinggung mantannya di depanmu?
4. Jika kamu bercerita tentang cowok lain di depannya, wajar jika ia memilih diam saja
Salah satu tokoh yang terkenal di dunia pewayangan, Petruk, mengucapkan:
“Perbuatan paling sia-sia adalah menasihati orang yang sedang jatuh cinta.”
Jika tidak percaya, nasihati saja temanmu yang sedang kasmaran
— dijamin 90% perkataan logismu tak akan dia dengar, walau yang kamu
ucapkan demi kebaikannya.
Karena itu, ketika kamu memuji cowok lain di depan dirinya, wajar
jika dia memilih bungkam. Daripada sakit hati dengan perkataan
“Ih, siapa elo ngelarang-larang gue?” yang kamu lontarkan kepadanya,
cowok akan memilih untuk memendam rasanya saja.
5. Banyak cowok yang memandangi cewek yang disukainya bagai dewi. Ia tak akan mengungkapkan perasaannya karena rendah diri
Nah, inilah faktor yang lain yang membuatnya memilih untuk memendam
perasaannya ke kamu, yaitu minder. Minder yang dirasakannya kerap kali
menjadi batu yang mampu menutup mulut untuk mengucapkan cinta, walaupun
sebenarnya kamu tidak melihat strata sosial atau fisiknya. Atau bisa
saja, kamu secara tak sadar bercerita tentang kriteria pria idamanmu dan
dia merasa dirinya sama sekali berbeda dari kriteria yang kamu
sebutkan. Memilih untuk memendam perasaan menjadi pilihan agar tetap
bisa bersamamu, dan dia pun rela masuk dalam zona
friend-zone. Pahit ya?
6. Cowok lekat dengan harga diri, gengsi bisa jadi persoalan yang sulit kami hilangkan.
Tak bisa dipungkiri, sejak zaman dahulu kala, gengsi adalah akar dari
segala permasalahan serta mampu menjadi penghambat dalam sebuah
hubungan. Sebenarnya hal ini juga banyak dialami oleh cewek — tak hanya
cowok. Namun, gengsi seorang cowok biasanya muncul dari berbagai macam
sebab, bisa karena faktor teman, lingkungan, atau gaya hidup. Dia memang
punya rasa padamu, tapi ternyata dirimu tidak cocok dengan lingkungan
tempatnya tinggal atau dengan gaya hidup yang biasa dia lakukan. Jadi,
dia lebih memilih untuk memendam perasaannya ke kamu. Menurutnya, itu
lebih nyaman.
7. Rasa takut akan cinta yang tak terbalas membuatnya memilih memendam perasaan.
Ini adalah masalah terakhir yang mampu menjelaskan rasa takut
terbesar mengapa banyak cowok memilih untuk memendam perasaan yaitu
takut tak berbalas. Berangkat dari hal itulah dia memilih untuk memendam
perasaannya dalam-dalam, jika diungkapkan dan tidak berbalas mungkin
akan menjadi beban bagi kamu karena tidak bisa membalas perasaannya.
Kedekatanmu dengannya juga akan terganggu, belum lagi jika kamu
memutuskan untuk menjauh darinya karena rasa tidak enak, ketakutannya
akan menjadi nyata dengan “kehilangan” sosokmu yang selama ini dia
dambakan.
Itulah beberapa alasan mengapa cowok lebih memilih memendam
perasaannya. Kalau dilihat-lihat lagi, sejujurnya, dia justru
melakukannya karena ingin bersamamu untuk waktu yang lebih lama.
Hargailah, dan bersabarlah. Dia akan menyatakan apa yang harus
dinyatakan, tepat pada waktunya.
Komentar